KEHIDUPAN PERANTAU CAMBODIA | SALAM123

Bagaimana jadinya jika kamu mencari secercah uang demi kebutuhan hidup sampai rela meninggalkan orang tua dan keluarga kesayangan dirumah? 

Mungkin banyak dari orang Indonesia yang melakukan wisata keluar negri ke negara ini, selain ingin melihat langsung keajaiban dunia berupa candi yang bernama Angkor Wat ada juga yang penasaran seperti apa sih merantau di negara khmer merah itu?

SALAM123



Namun untuk kesempatan ini berkunjung ke Kamboja bukan lagi menjadi liburan, melainkan harus berjuang untuk mencari rezeki. Ini kali pertama saya menginjakkan kaki di Kamboja tepatnya di kota Bavet perbatasan dengan negara Vietnam, yupp negara yang sebenarnya baru membangun karena dimana-mana terlihat pembangunan disegala bidang. Mulai pembangunan jalanan sampai gedung-gedungnya, Jalanan di sini lumayan lebar  hanya saja dipinggirnya masih tanah belum beraspal ataupun jarang yang ada trotoarnya. Jadilah kalau berjalan-jalan diluar disarankan memakai masker karena jalanan berdebu.

SALAM123



Setelah sesampainya di kota Bavet saya tinggal di mess satu gedung dengan kantor, isi dari kamar mess itu sendiri berisikan 8-16 orang tergantung kebijakan fasilitas yang diberi oleh pengurus masing-masing web. Kerja jadi CS Judi daring sebenarnya tidak begitu sulit namun juga tidak terlalu nyantai, keputusan saya berangkat ke negara ini adalah karna alasan ekonomi. Mengingat mencari pekerjaan di Jakarta sudah lumayan sulit untuk orang yg maunya instan-instan saja seperti saya pasti akan memilih pekerjaan seperti ini. 

Beberapa minggu sudah di lewati, kehidupan monoton pekerja 12jam di Kamboja dan di Jakarta tidak berbeda jauh bagi saya, kerja-pulang-tidur-bangun-kerja-repeat. Yang bikin beda itu karena disini kami adalah warga asing di negara yang menggunakan bahasa begitu sulit bahkan untuk membaca tulisan khmer pun saya pribadi tidak bisa. Bahasa yang jarang di dengar dan di pelajari membuat saya belajar bahasa baru seperti Makan = Nyam, Kenyang = Ca'ait, Ngantuk = Ngui DEit, dan beberapa bahasa sehari-hari yang sering saya dengar, tidak begitu banyak bahasa yg saya pelajari karena bertemu warga lokal hanya saat pergi keluar untuk berbelanja atau pergi makan, paling kami gunakan translate google.  Karena keseharian di kantor juga bertemunya dengan sesama orang-orang indo yg merantau kerja disini juga.

SALAM123



Bong, sebutan untuk mamanggil orang yang lebih tua dari kita. Kata ini sering saya sebut untuk memanggil abang-abang Tuktuk atau saat membeli makan. Sering menggunakan bahasa isyarat bukanlah hal yang aneh bagi turis seperti kami dengan penduduk lokal, karena tidak semua warga lokal sini bisa berbahasa inggris.

SALAM123



Numpang, jika dalam bahasa Indonesia arti kata ini adalah ikut serta di Kamboja dalam bahasa Khmer Numpang adalah roti. Meskipun masih asia menurut saya kuliner Kamboja tidak smua masuk dengan lidah orang Indonesia, walau tidak banyak rasa yang tidak disukai orang Indonesa sebagian besar rasa masakannya juga enakk diterima lidah saya. Tidak perlu khawatir si untuk makan bagi perantau disni,  karena banyak resto yang dibuat oleh orang Indo disini, untuk setiap hari pun saya makan masakan catering dari beberapa resto indo seperti Inafood, Murah Cika, POPO dan beberapa resto lain.

SALAM123



Hanya disini saya merasakan bingungnya berbelanja dengan 2 mata uang yg berbeda, kalau kamu beli dengan uang USD maka mereka bisa kasih kembaliannya dengan uang riel mata uang asli Kamboja begitu juga sebaliknya. Orang kamboja gak akan bingung saya sendiri yang heran kenapa bisa mereka memakai 2 mata uang namun tidak membuatnya kesulitan.


Comments